Monday, October 22, 2007

Serba-serbi Elyon

Bagi yang sangat amat asing dengan apaan sih Elyon itu? Elyon? Batalion? Medalion? Udah deh pokoknya klik disini aza: http://www.elyonews.org Nah kalau udah ngeh baru terusin bacanya.


Elyonews Telah 8 Tahun, Masuk Tahun Ke 9!

Selamat untuk seluruh warga Elyon karena medianya telah 8 tahun hidup! Selamat kepada para redaksinya yang berulang kali ganti generasi tapi tetap memertahankan semangat penerbitan laporan berita dan penulisan opini. Selamat kepada para pembacanya yang terus menyemangati media Ens itu. Selamat kepada para penulis dan kolumnis Ens yang memberikan naskah demi naskah tanpa kenal lelah.

Cerita 1

Kalau tidak ada sanggahan, maka Juli 1988 adalah sejarah pertamakali terbitnya media pertama di Elyon: ELTRON THE WALL MAGAZINE, dan disusul dengan Buletin GABRIEL bulan depannya. Lalu pada Nopember 1999, sebelas tahun kemudian terbit Elyonews. Perhatikan dua angka pada tahun-tahun itu adalah kembar. Maka menurut lubuatan, 1999 + 11 adalah th. 2010 atau 2111 akan terbit media Elyon yang cukup revolusioner. Jadi waktunya 3 atau 4 tahun lagi. Siapa yang akan mengingat lamaran ini?

Cerita 2

Melanjutkan CERITA 1, maka kalau sok-sokan mau diadakan peringatan atau perayaan sejarah media di Elyon, maka tahun depan adalah Dirgahayu 20 Tahun Sejarah Media Di Elyon. Siapa mau peduli, silakan urus sendiri! (Maksood lhoeh?!).


Opini

Tentang Tan Malaka: Harta yang ditinggalkan hanya sepasang kemeja, topi, celana, tongkat, pensil, dan buku tulis –benda yang menjadi andalan baginya untuk menulis sejarah. Tan Malaka membuktikan harta terbesar sebuah bangsa adalah kekayaan jiwa pemikiran yang disajikan lewat guratan pena. [KOMPAS, 13 Agt 2007: Harry A Poeze: Tan Malaka: Verguisd en Vergeten, 2007].


Angka

- Judul buku yang dicetak pertahun di Indonesia: 4.800, Malaysia: 7.000, Thailand: 8.000, Jepang: 10.000, Korea Selatan: 43.000, Amerika Serikat: 50.000.

- [Th. 2003] Belanja Rokok penduduk Indonesia Rp. 150 trilyun, pada tahun yang sama belanja untuk Surat Kabar Rp. 4,9 trilyun; atau hanya 0.03 persennya.

No comments: