Monday, November 10, 2008
Gimana Menulis Novel Dalam 100 Hari (1)
Hari Pertama
Editorial majalah New Yorker yang seorang penulis juga, E.B. White berkata, "Anjuran seorang penulis dengan mudah dapat mengagalkan seorang penulis pemula... saya kagum dengan seseorang yang mempunyai keberanian untuk menulis apa saja."
Di hari pertama seperti ini (jika anda mempunyai tujuan menulis novel), berjanjilah pada diri anda bahwa anda akan melakukan misi anda. Hal ini sangat penting. Tanpa komitmen tersebut, anda akan menghemat uang anda untuk membeli kertas dan pensil. Hal itu tak akan pernah terjadi (tanpa komitmen). Ingat, menulislah sesering mungkin (bahkan tiap hari). Itulah penulis (profesional) yang mereka lakukan..... mereka menulis.
Gambarkan, Jangan Menulis
Entah anda pernah mendengar ungkapan ini dalam dunia kepenulisan? Gambarkan, jangan menulis. Maksudnya itu opo? (Gitu kali yach orang Jawa lagi nggumun - keheranan) Dalam menulis, disadari atau engga, kita pasti mempunyai kemalasan tertentu. Salah satunya adalah tentu waktu kita menulis. Kita pengennya menulis kalimat pendek-pendek (irit kata), cepat kelar (selesai). Tetapi kadang hal itu makin membingungkan pembaca.Kita tahu kalau membaca itu berhubungan dengan imajinasi. Semakin pembaca dapat berimajinasi maka pembaca akan membaca buku tersebut dengan makin seru. Semakin bingung pembaca, maka tidak heran dia akan menutup buku tersebut alias kagak mau membaca lagi. Karena mungkin dirasakan buku tersebut membosankan atau membingungkan.
Maka waktu menulis 'diwajibkan' oleh para penulis profesional lebih baik untuk menggambarkan keadaan daripada menuliskan kalimat pendek dengan masud yang sama. Penggambaran tentunya tidak perlu harus bertele-tele, atau berputar-putar. Bukan saja pembaca makin bingung, anda atau penulisnya pun akan bingung.
Menulis atau menceritakan (telling) kadang bisa abstrak. Maksudnya penulis A, belum tentu pembaca mengerti maksud penulis tersebut. Bercerita biasanya menggunakan kalimat pasif. Dalam dunia tulis menulis disarankan lebih banyak menggunakan kalimat aktif daripada pasif. Tentu kalimat aktif akan lebih panjang daripada pasif. Tetapi pembaca akan lebih mengerti maksud penulis.
Menggambarkan, mempunyai sifat yang aktif dan konkrit. menciptakan gambaran mental yang akan membawa cerita anda, karakter anda menjadi hidup. Penggambaran adalah interaktif, mengajak pembaca berpartisipasi dalam pengalaman menurut imajinasinya.
Kalimat 'menulis' atau bercerita. Misalnya: "Engkau memang orang yang rendah." Dia berkata dengan marah.
Kalimat penggambaran dari kalimat di atas akan menjadi: "Engkau memang orang yang rendah." Dani membanting telpon dengan keras dan melemparkannya ke pojok kamar tidurnya. Masih belum puas Dani menjerit dengan geram, menendang kursi belajarnya hingga menabrak tembok. Dan meninggalkan bekas kerusakan yang cukup besar.
Kalimat penggambaran disini mungkin agak panjang, tetapi hal itu hanya ingin menggambarkan betapa marahnya Dani. Daripada ketika pembaca membaca ["Engkau memang orang yang rendah." Dia berkata dengan marah.]. Pembaca tidak tahu emosi marah Dani seberapa atau marah model apa.
Jadi peraturannya "Gambarkan, Jangan Menulis"
1. Gunakan detil. Dengan semakin detil diharapkan pembaca lebih mengerti. Apakah mobilnya bermerek Toyota atau Volkwagen? Warnanya merah darah atau merah apel? Apakah kursi belajar Dani model IKEA atau Futura, misalnya. Kadang merek akan lebih menggambarkan kepada pembaca.
4. Gunakan kalimat yang berstruktur baik. Jangan menggunakan kalimat tanpa subyek misalnya. Hal itu akan membingungkan pembaca. Juga jangan membuat kalimat yang panjang sehingga, subyek dan obyek akan dituliskan duakali misalnya. Kalimat yang sedang akan lebih dieprhatikan oleh pembaca, daripada kalimat pendek akan cepat dilewatkan oleh pembaca; kalimat panjang (sekali) akan membosankan pembaca (sekaligus membingungkan)
6. Tetapi juga jangan membuat dialok yang terlalu panjang hanya untuk membahas suatu topik saja. Tentu hal itu akan membosankan. Tetapi juga jangan terlalu pendek dialoknya. (aih koq cerewet juga yach). Dialok juga ada yang membosankan. Buatlah dialok yang menarik.
7. Kalau pun anda harus mendongeng, just do it. Menggambarkan dan mendongeng juga ide yang menarik. Karena anda tidak perlu harus menjelaskan semua cerita anda. Tetapi dongeng yang cepat juga menarik. Terutama misalnya, mendongeng tentang masa lalu, atau tentang sejarah. Karena semuanya ini tujuannya hanya untuk membuat tulisan anda menarik dan kuat.
Thursday, November 6, 2008
Warisan Crichton


Waktu pertama gw mengenal Crichton bukan dari buku novelnya tetapi dari filemnya. Yakni Jurassic Park. Setelah menonton filemnya. Wow! Luar biasa sekali imajinasinya. Yang sangat gw terkesan ketika pembibitan dinosaurus dari DNA yang diambil dari nyamuk 'membeku' bisa diwujudkan menjadi Dinosaurus. Tentu itu semua adalah imajinasi. Tetapi imajinasi Crichton sungguh luar biasa, seakan hal itu dimungkinkan untuk dilakukan.Keinget juga waktu imajinasi dari Dan Brown, terlepas dari maksud pribadinya yang pengen menyuarakan tentang antiKris, menulis Da Vinci Code. Memang semua itu adalah sumbernya dari imajinasi yang dipelintir sedemikian rupa, sehingga sampai kadang kalau dipikir secara logika, ehmm.... masuk akal juga. Maka tidak heran banyak pembaca buku Da Vinci Code yang kesengsem bahkan terbingung terhanyut dengan cerita fiksi tersebut sehingga menyangka ada suatu kebenaran dari cerita fiksi tersebut.
Inilah seni dengan mewujudkan imajinasi seorang seniman untuk dinikmati. Tentu karena cerita tulisan Dan Brown berkenaan dengan kekristenan tentu saja itu merupakan penghujatan bagi umat Kristen. Tetapi bagi kacamata seorang seniman, itulah seni. Kadang memang seni akan kontradiksi dengan kenyataan bahkan dengan kebenaran. Tentu saja sebagai anak Tuhan, jika seni itu melawan Kebenaran, adalah suatu dosa.
Karena seni diciptakan Tuhan untuk memuliakan namaNya. Manusia yang mengola seni untuk bisa dinikmati oleh sesama, menjadi berkat bagi sesama untuk mendekatkan diri kepada Kebenaran. Bukan sebaliknya menjauhkan Kebenaran. Maka sebagai seniman akan mengatakan bahwa seni itu berlawanan dengan agama atau khususnya dalam hal ini kekristenan.
Sebenarnya tidak. Karena manusia berdosa maka manusia mengelola seni, melihat seni dari kacamata manusia yang berdosa. Seni yang melanggar Kebenaran bagi mereka bukan dosa. Kiranya warisan Crichton sebagai penulis tidak semakin menjauhkan manusia dari Tuhan. Karena talenta yang dimiliki seseorang adalah pemberian Allah. Maka kiranya dia dapat memakai talentanya tersebut untuk memuliakan Tuhan.
Friday, June 27, 2008
Mitos Kepenulisan Buku Anak
Dari tulisan yang di bawah, seakan kebayang bawah menulis cerita anak itu gampang, apalagi anak-anak kan gampang dialihkan perhatiannya atau dipengaruhi. Ternyata menulis cerita anak juga banyak tantangannya. mitos dibawah dari kumpulan input di internet.Mitos: Buku cerita anak lebih mudah ditulis daripada novel dewasa.
Kenyataan: Kepenulisan yang baik biasanya sulit, tak peduli untuk usia berapa buku tersebut ditujukan. Terlebih lagi, anak-anak patut mendapatkan buku yang terbaik.
Mitos: Buku anak bergambar adalah buku cerita yang paling mudah ditulis.
Kenyataan: Buku anak bergambar malah mungkin yang tersulit, karena mereka membutuhkan tulisan yang ringkas tapi bermakna, sederhana dan gambar yang cocok.
Mitos: Penulis buku anak harus menulis untuk majalah terlebih dahulu.
Kenyataan: Menulis untuk majalah dapat mengajar anda banyak hal, tetapi hal itu sangat berbeda dengan kepenulisan buku. Meski pengalaman menulis di majalah akan menambah kredibilitas anda, tetapi tetap bukanlah sebuah jaminan, tulisan anda akan menjadi baik dan diterima oleh editor.
Mitos: Penulis buku anak harus menjalani sebagai guru sekolah untuk anak-anak kecil.
Kenyataan: Penulis buku anak yang baik bukanlah seorang pengkotbah. Melainkan seorang pendidik yang mengajar tentang kehidupan, yang fokus pada masalah anak.
Mitos: Karena anak saya, tetangga bahkan murid-murid saya suka akan cerita saya, maka buku cerita itu akan menjadi best seller.
Kenyataan: Mungkin anak, tetangga dan murid-murid anda sudah mengenal anda dan menyukai cerita anda. Tetapi seorang editor mungkin akan mempunyai penilaian yang lain.
Mitos: Menulis dengan ritme yang sama akan membuat cerita anak lebih menarik.
Kenyataan: Menulis cerita anak dengan ritme yang sama, biasanya sulit, seorang editor mungkin menilai kurang menarik. Sebaiknya jangan menulis cerita dengan ritme yang sama.
Mitos: Saya harus menemukan seorang penggambar untuk buku cerita saya.
Kenyataan: Editor biasanya akan mencari seorang penggambar profesional yang menurutnya akan menggambarkan cerita anda dengan baik. Kecuali anda mengenal seorang penggambar yang baik, anda dapat mengirimkan hasil karyanya kepada editor.
Kenyataan: Tidak benar juga. Jika buku anda sangat spesial, hal itu masih mungkin. Penerbit kecil akan menerbitkan buku lebih sedikit dan harus benar-benar diseleksi dengan baik buku yang hendak diterbitkan. Penerbit besar mungkin masih mau memgambil kesempatana itu.
Kenyataan: Pencurian ide dari penerbit sangat jarang. Ide sangat banyak ragamnya, editor akan lebih suka kepada penulis yang kreatif. Hukum hak cipta akan melindungi pekerjaan anda, baik anda sudah mendaftarkan atau belum.
Mitos: Lebih lama sebuah penerbit menjawab, menandakan mereka tertarik dengan naskah saya.
Kenyataan: Bisa jadi naskah anda hilang atau hanya menjadi tumpukan naskah yang tak terbaca. Beberapa penerbit mungkin baru melihat naskah anda setelah tergeletak 6 bulan atau lebih. Tanpa jawaban lebih dari setahun, anda tahu jawabannya. Naskah anda kurang menarik.
Mitos: Setelah naskah pertama saya terjual, penerbit yang sama akan membeli lagi dari saya.
Kenyataan: Mungkin, mungkin tidak. Buku bergambar biasanya tergantung pada editor secara indvidu. Kecuali jika buku tersebut sukses luar biasa.
Mitos: Ketika saya dapat menjual buku saya, maka saya dapat hidup dari tulisan saya.
Kenyataan: Tidak sedikit penulis yang ditunjang hidupnya dari hasil menulis. Banyak juga yang yang menulis sambil bekerja paruh waktu. Untuk mengatasi kebosanan. Penulis lainnya ada yang melakukan tampil di toko buku menanda tangani bukunya atau mengajar.
Mitos: Jika saya menulis dengan baik, saya yakin saya akan sukses.
Kenyataan: Kepenulisan yang baik harus diiringi dengan pemasaran yang baik dan agresif. Jika tidak, anda tidak akan pernah menemukan editor yang baik memasarkan buku anda atau pembaca yang peduli dengan buku anda.
Wednesday, June 25, 2008
Bacaan Anak
Minggu kemaren mengantar putri ke perpus umum. Karena sudah lama tidak meminjam buku di perpus umum, gw jadi lupa berapa buku yang boleh kita pinjam dalam sekali datang. Setelah bertanya, jawabannya cukup mengherankan gw. Kita boleh meminjam 25 buku dalam waktu tiga minggu. Wow! Bagi kutu buku, itu tawaran yang cukup menggiurkan. Jadi hampir setiap hari pasti ada buku bacaan yang menanti.Gw merenung sebentar, bagaimana pemerintah Amrik Utara pada umumnya menyadari bahwa untuk mencerdaskan bangsa tidak bisa tidak harus menyediakan fasilitas yang sebaik-baiknya bagi rakyatnya. Sayang kalau keinget tanah air atau negara-negara berkembang laennya, dana yang harusnya bisa disalurkan untuk membangun fasilitas bagi rakyat, tapi malah masuk kantong sendiri. Menyedihkan.
Kayak perpus umum yang gw kunjungi, demikian lengkap dan megahnya, itu hasil keringat uang dari rakyat, yang dikelola pemerintah dikembalikan untuk rakyat. Maka rakyat pun menikmatinya. Tidak heran pula waktu mengunjungi toko buku banyak buku yang terbit, dan bermunculan pula penulis-penulis baru. Khususnya gw kalau melihat pada buku anak-anak. Luar biasa. Seperti kagak ada abis-abisnya.
Ini juga hasil dana yang dikelola pemerintah, untuk mendirikan rumah pendidikan alias sekolah untuk dapat memandaikan anak bangsa, dan bagi yang berbakat menulis tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan belajarnya untuk menjadi penulis handal. Dan banyaklah sekolah yang melahirkan penulis-penulis muda atau baru.
Buku cerita anak. Anak-anak kayaknya tidak dapat lepas dari dongeng. Tanpa diajar seorang anak akan suka mendengarkan dongeng. Maka penulis buku anak-anak sangat prospek sekali. Dan hal itu tidak pernah habis. Karena selama masih ada anak, maka cerita dongeng pun akan menjadi media yang berharga. Buku cerita anak bukan lagi santapan anak kecil. Buku seperti Harry Potter, Narnia, tidak sedikit orang dewasa yang ikut membaca seperti hal anak mereka.
Menulis cerita dongeng rasanya lebih mudah daripada menulis roman atau novel dewasa yang penuh dengan intrik, yang perlu cerita yang berbeda, supaya tidak membosankan. Cerita anak biasanya lebih sederhana. Seperti pemikiran anak yang masih polos. Tidak terlalu panjang, supaya tidak membosankan. Apalagi yang banyak gambarnya berwarna-warni. Pasti asik. Meski alur cerita yang seru akan lebih banyak menarik, terutama bagi anak yang beranjak bertambah usia, 8-12 tahun dan selanjutnya.
Wednesday, April 2, 2008
Bacaan Yang Diingini Oleh Pria & Wanita

Dari sebuah angket yang dilakukan oleh Indigo Books & Music Canada dari hasil sekitar 3000 orang di Canada ditemukan bahwa ce mencari buku dengan sampul buku (cover) yang bergambar romantis sedangkan co lebih berminat pada sampul buku yang bersifat petualangan.
Cowok lebih condong membaca buku petualangan dengan aksi seperti buku dari penulis J.R.R. Tolkien atau Dan Brown. Sedangkan para cewek secara garis besar suka pada buku dengan penulis wanita seperti Jane Austen atau Sophie Kinsella.
Buku yang dipilih oleh para wanita lebih sentimental, dimana para pria lebih suka pada buku yang bersifat fantasi, petualangan dan misteri.
5 besar Buku yang banyak dipilih oleh pria:
- The Lord of The Rings oleh J.R.R. Tolkien
- The Catcher in the Rye oleh J.D. Salinger
- Fight Club oleh Chuck Palahniuk
- How to win Friends and Influence People oleh Dale Carnagie
- Angels and Demons oleh Dan Brown
5 besar Buku yang banyak dipilih oleh wanita:
- Pride and Prejudice oleh Jane Austen
- He's Just Not that Into You oleh Greg Behrendt dan Liz Tuccillo
- Memoirs of Geisha oleh Arthur Golden
- Confessions of a Shopaholic oleh Sophie Kinsella
- The Red Tent oleh Anita Diamant
6 Buku yang banyak dipilih oleh pria dan wanita:
- Men Are From Mars, Women Are From Venus oleh John Gray
- The Da Vinci Code oleh Dan Brown
- Tuesdays With Morrie oleh Mitch Albom
- The Kite Runner oleh Khaled Hosseini
- To Killa Mockingbird oleh Harper Lee
- The Five People You Meet in Heaven oleh Mitch Albom
Tuesday, April 1, 2008
Dapatkah Saya Hidup Sebagai Seorang Novelis?
Jika Anda bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan ini, mungkin Anda adalah seorang penulis, atau sedang belajar menulis atau ingin menulis sebuah novel. Paling tidak, Anda sudah berani melangkah.
Menjadi seorang penulis novel atau novelis merupakan suatu karir yang terpandang di bagian karir yang diinginkan, tetapi seperti karir lainnya, hal itu merupakan suatu keputusan besar dalam hidup Anda, ada beberapa hal yang penting untuk dipikirkan sebelum Anda mengirimkan surat pengunduran diri Anda pada bos Anda yang sekarang.
Menulis novel adalah 5% bakat dan 95% kerja keras. Kenyataan bahwa Anda sedang menulis sebuah novel merupakan suatu tanda Anda mempunyai bakat yang dapat dikembangkan menjadi karir yang sukses. Tanda yang lebih jelas bahwa Anda menyelesaikan dan menjual novel Anda yang pertama. Tanda yang sangat kuat adalah Anda telah menulis dan menjual beberapa novel.
Penjualan novel perdana tentu menegangkan, tetapi jika Anda hanya ingin menjual novel pertama saja, Anda tidak akan mempunyai karir yang baik. Para penerbit menginginkan para penulis membuahkan buku mereka yang baru secara terus menerus. Penerbit akan menolong Anda membangun karir Anda, tetapi tergantung sebagaimana Anda dapat menuliskan buku baru anda.
Ada ribuan novel yang tidak selesai atau tidak terjual dalam komputer atau di meja tulis di berbagai dunia. Hal itu terjadi karena penulis pemula tidak menghiraukan langkah pertama yang sangat penting, yang 95% dapat Anda lakukan yakni kerja keras.
Langkah 1
Seperti karir lainnya, menjadi seorang novelis Anda harus mempunyai keahlian menulis yang baik. Mencari ide yang dapat dijual, menulis cerita yang pembaca tak akan melepaskan bukunya sampai akhir cerita, kemudian menyampaikan semua itu kepada pembaca yang puas, adalah keahlian yang memerlukan waktu dan latihan untuk menjadi penulis yang handal.
Banyak penulis pemula yang mendapatkan ide yang bagus lalu dengan tergesa-gesa duduk di depan komputer untuk memulai bab pertama. Hal itu dapat menjadi kesalahan yang besar. Ide yang bagus harus disertai dengan penjabaran yang dapat menarik perhatian seorang editor, yang ingin membaca terus ide tulisan Anda tersebut. Ide tulisan Anda yang bagus akan dapat tercapai jika dapat menciptakan reaksi emosi ketika editor membaca contoh tulisan ide Anda. Karena para editor tahu bahwa tulisan yang menggugah emosi akan menjadi best seller.
Hal penting lainnya, para penerbit selalu mencari sesuatu yang beda dan baru. Mereka akan menolah proposal tulisan Anda karena cerita tulisan Anda tidak banyak beda dengan ratusan tulisan yang telah mereka sebelumnya.
Langkah 2
Dalam meniti karir Anda, kreatifitas Anda juga harus berkembang. Penulis pemula sering terjebak dalam menyelesaikan novel pertama mereka, tetapi tidak pernah memikirkan pemasarannya, apakah novel Anda itu bakal laku apa enggak jika dijual di toko buku. Maka Anda perlu memikirkan tulisan Anda bakal ada yang mau baca enggak? Karena tolok ukur pemasaran juga dapat mengukur sebagaimana jauh calon emosi para pembaca Anda.
Ide dan cerita dalam novel Anda akan mempengaruhi pemasaran dan rencana penjualan penerbit. Jika penerbit merasa tulisan novel Anda tidak mempunyai potensi untuk dijua,l pada waktu dia pertama kali membaca, dia tidak akan merekomendasikan untuk diterbitkan. Penulisan Anda harus mempunyai selera pasar, dan hal itu tidak dapat ditambahkan pada kemudian hari.
Setiap novel, pada umumnya atau setiap jenis cerita, harus mempunyai ketegangan dramatis yang pembaca tidak ingin melepaskan buku bacaannya, yang dapat mengatur respon emosi. Hal itu harus direncanakan sebelum Anda mulai menulis. Ketegangan tidak dapat terjadi secara kebetulan, atau akan muncul dengan sendirinya. Sebagai penulis, Anda harus dapat menguasai bagaimana menciptakan dan membangun cerita yang seru.
Ketegangan harus dimulai dari halaman pertama dan dibangun secara teratur dari sana hingga mencapai puncaknya. Karena cerita yang tegang akan membuat pembaca tetap membaca. Merencanakan lebih awal akan menghindarkan Anda dari kegagalan pada akhir cerita Anda (bahasa sehari-harinya, "udah kagak seru lagi"). Dengan rencana yang lebih awal akan dapat membangun cerita Anda hingga halaman terakhir dengan cerita emosi yang terbesar.
Baik Anda menggunakan kerangka cerita atau tidak, merencanakan lebih awal sebelum menulis menolong Anda menentukan apakah Anda cukup cerita dan aksi untuk memenuhi seluruh novel. Kehabisan cerita ketika buku yang Anda tulis masih memerlukan 100 halaman lagi akan membuat kacau jadwal Anda. Dan Anda akan pusing memikirkan cerita yang akan melanjutkan cerita Anda. Banyak penulis yang macet ide ditengah jalan karena mereka tidak tahu kemana cerita itu akan berlanjut.
Langkah 3
Seperti karir yang lain, menulis juga meminta usaha dan perhatian Anda. Hal ini tidak berarti Anda harus bekerja delapan jam, lima hari seminggu. Tetapi Anda harus membuat jadwal yang teratur yang terbaik bagi Anda untuk menulis. Ini bukan waktunya untuk mencari ide atau berpikir kembali bagaimana melanjutkan cerita. Ini adalah waktu untuk menulis yang sebenarnya. Anda dapat memikirkan ide atau kelanjutan cerita pada waktu Anda menunggu cucian baju, berjalan-jalan dengan anjing Anda atau waktu menunggu dan naik bis.
Tak peduli berapa lama Anda menulis buku pertama Anda, sekali diterima oleh penerbit, Anda akan diminta untuk membuat suatu kontrak. Biasanya penerbit meminta kontrak dalam 12 atau 18 bulan Anda sudah dapat membuahkan buku yang baru. Jika Anda tidak dapat memenuhi waktu kontrak itu, 'bagian' Anda akan diberikan kepada penulis yang lainnya. Jika Anda tidak menerbitkan buku setiap tahun Anda akan kehilangan penggemar Anda. Pembaca yang membeli buku pertama Anda akan lupa dengan Anda dan mereka akan mencari penulis yang lain.
Langkah 4
Ada beberapa pertanyaan yang seharusnya Anda dapat tanyakan pada diri Anda sendiri jika mempertimbangkan sebuah karir sebagai novelis. Jika Anda menjawab semua pertanyaan dengan "ya", maka Anda mungkin mempunyai kesempatan menjadi sukses.
1. Apa Anda seorang independen yang dapat bekerja dalam waktu yang lama? Apakah Anda selalu mengikuti jadwal menulis?
2. Apakah Anda dapat menerima kritik dan menggunakannya untuk membangun diri Anda? Tidak semua kritik itu membangun. Apakah Anda dapat membedakan kritik yang membangun dan reaksi pembaca?
3. Apakah Anda mempunyai kecakapan dalam tata bahasa, pengejaan dan tanda baca? Jika tidak, apakah Anda selalu menyertakan dalam tulisan Anda?
4. Apakah Anda dapat mengedit tulisan Anda sendiri? Apakah Anda mengetahui bahwa kata-kata yang tidak perlu tidak lebih menjelaskan kepada pembaca?
5. Apakah Anda bersedia bekerja keras dari bawah untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam pendapatan dan nama yang sukses? Novelis jarang mendapat sukses pada buku pertama mereka.
6. Apakah Anda mampu dalam keuangan hingga karir menulis dapat menjadi tunjangan bagi hidup Anda? Kaji ulang berapa banyak pengeluaran yang diperlukan seorang penulis pemula untuk mengirimkan tulisan kepada penerbit.
Seperti penyanyi Tony Bennett waktu ditanya apa rahasia dalam kesuksesannya, pada waktu ultahnya yang ke 80, "Jika Anda hendak melakukan sesuatu dalam sepanjang hidup Anda, yakinkan bahwa Anda menyukainya."
Jadi jika ada pertanyaan, "Dapatkah Saya Hidup Sebagai Seorang Novelis?" jawabnya adalah ya. Anda dapat melakukannya, meski tidak mudah. Atau untuk menjadi terkenal dan kaya dengan cepat. Berapa lama, berapa jauh Anda mencapainya, tergantung pada diri Anda.
Menjadi novelis yang sukses harus mempunyai tekad yang kuat, disiplin diri, stabil, berani menghadapi kekecewaan demikian juga dengan kesuksesan. Menjadi novelis adalah proses sepanjang hidup. Perjalanan yang tidak mudah, tetapi sangat layak untuk dicoba.