Wednesday, April 2, 2008

Bacaan Yang Diingini Oleh Pria & Wanita


Dari sebuah angket yang dilakukan oleh Indigo Books & Music Canada dari hasil sekitar 3000 orang di Canada ditemukan bahwa ce mencari buku dengan sampul buku (cover) yang bergambar romantis sedangkan co lebih berminat pada sampul buku yang bersifat petualangan.

Cowok lebih condong membaca buku petualangan dengan aksi seperti buku dari penulis J.R.R. Tolkien atau Dan Brown. Sedangkan para cewek secara garis besar suka pada buku dengan penulis wanita seperti Jane Austen atau Sophie Kinsella.

Buku yang dipilih oleh para wanita lebih sentimental, dimana para pria lebih suka pada buku yang bersifat fantasi, petualangan dan misteri.

5 besar Buku yang banyak dipilih oleh pria:
  1. The Lord of The Rings oleh J.R.R. Tolkien
  2. The Catcher in the Rye oleh J.D. Salinger
  3. Fight Club oleh Chuck Palahniuk
  4. How to win Friends and Influence People oleh Dale Carnagie
  5. Angels and Demons oleh Dan Brown

5 besar Buku yang banyak dipilih oleh wanita:
  1. Pride and Prejudice oleh Jane Austen
  2. He's Just Not that Into You oleh Greg Behrendt dan Liz Tuccillo
  3. Memoirs of Geisha oleh Arthur Golden
  4. Confessions of a Shopaholic oleh Sophie Kinsella
  5. The Red Tent oleh Anita Diamant

6 Buku yang banyak dipilih oleh pria dan wanita:
  1. Men Are From Mars, Women Are From Venus oleh John Gray
  2. The Da Vinci Code oleh Dan Brown
  3. Tuesdays With Morrie oleh Mitch Albom
  4. The Kite Runner oleh Khaled Hosseini
  5. To Killa Mockingbird oleh Harper Lee
  6. The Five People You Meet in Heaven oleh Mitch Albom

Tuesday, April 1, 2008

Dapatkah Saya Hidup Sebagai Seorang Novelis?

by Marilyn Henderson (Wrting World)

Jika Anda bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan ini, mungkin Anda adalah seorang penulis, atau sedang belajar menulis atau ingin menulis sebuah novel. Paling tidak, Anda sudah berani melangkah.

Menjadi seorang penulis novel atau novelis merupakan suatu karir yang terpandang di bagian karir yang diinginkan, tetapi seperti karir lainnya, hal itu merupakan suatu keputusan besar dalam hidup Anda, ada beberapa hal yang penting untuk dipikirkan sebelum Anda mengirimkan surat pengunduran diri Anda pada bos Anda yang sekarang.

Menulis novel adalah 5% bakat dan 95% kerja keras. Kenyataan bahwa Anda sedang menulis sebuah novel merupakan suatu tanda Anda mempunyai bakat yang dapat dikembangkan menjadi karir yang sukses. Tanda yang lebih jelas bahwa Anda menyelesaikan dan menjual novel Anda yang pertama. Tanda yang sangat kuat adalah Anda telah menulis dan menjual beberapa novel.

Penjualan novel perdana tentu menegangkan, tetapi jika Anda hanya ingin menjual novel pertama saja, Anda tidak akan mempunyai karir yang baik. Para penerbit menginginkan para penulis membuahkan buku mereka yang baru secara terus menerus. Penerbit akan menolong Anda membangun karir Anda, tetapi tergantung sebagaimana Anda dapat menuliskan buku baru anda.

Ada ribuan novel yang tidak selesai atau tidak terjual dalam komputer atau di meja tulis di berbagai dunia. Hal itu terjadi karena penulis pemula tidak menghiraukan langkah pertama yang sangat penting, yang 95% dapat Anda lakukan yakni kerja keras.

Langkah 1

Seperti karir lainnya, menjadi seorang novelis Anda harus mempunyai keahlian menulis yang baik. Mencari ide yang dapat dijual, menulis cerita yang pembaca tak akan melepaskan bukunya sampai akhir cerita, kemudian menyampaikan semua itu kepada pembaca yang puas, adalah keahlian yang memerlukan waktu dan latihan untuk menjadi penulis yang handal.

Banyak penulis pemula yang mendapatkan ide yang bagus lalu dengan tergesa-gesa duduk di depan komputer untuk memulai bab pertama. Hal itu dapat menjadi kesalahan yang besar. Ide yang bagus harus disertai dengan penjabaran yang dapat menarik perhatian seorang editor, yang ingin membaca terus ide tulisan Anda tersebut. Ide tulisan Anda yang bagus akan dapat tercapai jika dapat menciptakan reaksi emosi ketika editor membaca contoh tulisan ide Anda. Karena para editor tahu bahwa tulisan yang menggugah emosi akan menjadi best seller.

Hal penting lainnya, para penerbit selalu mencari sesuatu yang beda dan baru. Mereka akan menolah proposal tulisan Anda karena cerita tulisan Anda tidak banyak beda dengan ratusan tulisan yang telah mereka sebelumnya.

Langkah 2

Dalam meniti karir Anda, kreatifitas Anda juga harus berkembang. Penulis pemula sering terjebak dalam menyelesaikan novel pertama mereka, tetapi tidak pernah memikirkan pemasarannya, apakah novel Anda itu bakal laku apa enggak jika dijual di toko buku. Maka Anda perlu memikirkan tulisan Anda bakal ada yang mau baca enggak? Karena tolok ukur pemasaran juga dapat mengukur sebagaimana jauh calon emosi para pembaca Anda.

Ide dan cerita dalam novel Anda akan mempengaruhi pemasaran dan rencana penjualan penerbit. Jika penerbit merasa tulisan novel Anda tidak mempunyai potensi untuk dijua,l pada waktu dia pertama kali membaca, dia tidak akan merekomendasikan untuk diterbitkan. Penulisan Anda harus mempunyai selera pasar, dan hal itu tidak dapat ditambahkan pada kemudian hari.

Setiap novel, pada umumnya atau setiap jenis cerita, harus mempunyai ketegangan dramatis yang pembaca tidak ingin melepaskan buku bacaannya, yang dapat mengatur respon emosi. Hal itu harus direncanakan sebelum Anda mulai menulis. Ketegangan tidak dapat terjadi secara kebetulan, atau akan muncul dengan sendirinya. Sebagai penulis, Anda harus dapat menguasai bagaimana menciptakan dan membangun cerita yang seru.

Ketegangan harus dimulai dari halaman pertama dan dibangun secara teratur dari sana hingga mencapai puncaknya. Karena cerita yang tegang akan membuat pembaca tetap membaca. Merencanakan lebih awal akan menghindarkan Anda dari kegagalan pada akhir cerita Anda (bahasa sehari-harinya, "udah kagak seru lagi"). Dengan rencana yang lebih awal akan dapat membangun cerita Anda hingga halaman terakhir dengan cerita emosi yang terbesar.

Baik Anda menggunakan kerangka cerita atau tidak, merencanakan lebih awal sebelum menulis menolong Anda menentukan apakah Anda cukup cerita dan aksi untuk memenuhi seluruh novel. Kehabisan cerita ketika buku yang Anda tulis masih memerlukan 100 halaman lagi akan membuat kacau jadwal Anda. Dan Anda akan pusing memikirkan cerita yang akan melanjutkan cerita Anda. Banyak penulis yang macet ide ditengah jalan karena mereka tidak tahu kemana cerita itu akan berlanjut.

Langkah 3

Seperti karir yang lain, menulis juga meminta usaha dan perhatian Anda. Hal ini tidak berarti Anda harus bekerja delapan jam, lima hari seminggu. Tetapi Anda harus membuat jadwal yang teratur yang terbaik bagi Anda untuk menulis. Ini bukan waktunya untuk mencari ide atau berpikir kembali bagaimana melanjutkan cerita. Ini adalah waktu untuk menulis yang sebenarnya. Anda dapat memikirkan ide atau kelanjutan cerita pada waktu Anda menunggu cucian baju, berjalan-jalan dengan anjing Anda atau waktu menunggu dan naik bis.

Tak peduli berapa lama Anda menulis buku pertama Anda, sekali diterima oleh penerbit, Anda akan diminta untuk membuat suatu kontrak. Biasanya penerbit meminta kontrak dalam 12 atau 18 bulan Anda sudah dapat membuahkan buku yang baru. Jika Anda tidak dapat memenuhi waktu kontrak itu, 'bagian' Anda akan diberikan kepada penulis yang lainnya. Jika Anda tidak menerbitkan buku setiap tahun Anda akan kehilangan penggemar Anda. Pembaca yang membeli buku pertama Anda akan lupa dengan Anda dan mereka akan mencari penulis yang lain.

Langkah 4

Ada beberapa pertanyaan yang seharusnya Anda dapat tanyakan pada diri Anda sendiri jika mempertimbangkan sebuah karir sebagai novelis. Jika Anda menjawab semua pertanyaan dengan "ya", maka Anda mungkin mempunyai kesempatan menjadi sukses.

1. Apa Anda seorang independen yang dapat bekerja dalam waktu yang lama? Apakah Anda selalu mengikuti jadwal menulis?

2. Apakah Anda dapat menerima kritik dan menggunakannya untuk membangun diri Anda? Tidak semua kritik itu membangun. Apakah Anda dapat membedakan kritik yang membangun dan reaksi pembaca?

3. Apakah Anda mempunyai kecakapan dalam tata bahasa, pengejaan dan tanda baca? Jika tidak, apakah Anda selalu menyertakan dalam tulisan Anda?

4. Apakah Anda dapat mengedit tulisan Anda sendiri? Apakah Anda mengetahui bahwa kata-kata yang tidak perlu tidak lebih menjelaskan kepada pembaca?

5. Apakah Anda bersedia bekerja keras dari bawah untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam pendapatan dan nama yang sukses? Novelis jarang mendapat sukses pada buku pertama mereka.

6. Apakah Anda mampu dalam keuangan hingga karir menulis dapat menjadi tunjangan bagi hidup Anda? Kaji ulang berapa banyak pengeluaran yang diperlukan seorang penulis pemula untuk mengirimkan tulisan kepada penerbit.


Seperti penyanyi Tony Bennett waktu ditanya apa rahasia dalam kesuksesannya, pada waktu ultahnya yang ke 80, "Jika Anda hendak melakukan sesuatu dalam sepanjang hidup Anda, yakinkan bahwa Anda menyukainya."

Jadi jika ada pertanyaan, "Dapatkah Saya Hidup Sebagai Seorang Novelis?" jawabnya adalah ya. Anda dapat melakukannya, meski tidak mudah. Atau untuk menjadi terkenal dan kaya dengan cepat. Berapa lama, berapa jauh Anda mencapainya, tergantung pada diri Anda.

Menjadi novelis yang sukses harus mempunyai tekad yang kuat, disiplin diri, stabil, berani menghadapi kekecewaan demikian juga dengan kesuksesan. Menjadi novelis adalah proses sepanjang hidup. Perjalanan yang tidak mudah, tetapi sangat layak untuk dicoba.


Monday, March 31, 2008

Tulisan Apa Yang Menarik Anda?

by Marie E. Cecchini (Writing World)

Seorang penulis harus menulis pada bidang yang menjadi ketertarikannya. Penulis-penulis profesional telah membuktikan hal ini. Sangat aneh memang jika seseorang menulis sangat bertentangan dengan bidang yang menjadi ketertarikannya. Dan tulisan itu tidak perlu panjang, singkat-singkat saja. Para penerbit dan editor menyebutnya sebagai 'fillers' atau bahasa Indonya pengisi atau pemenuh halaman.


Menurut kamus 'fillers' adalah materi yang biasanya untuk memenuhi halaman lebih dari sebuah kolom pada surat kabar atau majalah. Pemenuh halaman ini dapat menjadi tulisan bagi anak-anak, dewasa atau orang tua, kesehatan, bagaimana mengkuruskan tubuh, mendekor ruangan anda, menyelesaikan masalah keuangan, bekerja dengan teknologi, menyelesaikan masalah stres. Dan semua itu dapat ditulis dalam tulisan yang singkat. Keperluan pemenuh halaman ini tidak ada habisnya.


Anda tidak harus mempunyai titel sarjana untuk menjadi penulis pemenuh halaman, meski beberapa topik memerlukan riset. Kebanyakan pemenuh halaman dapat menulis dengan membagikan pengalaman yang pernah Anda dapatkan. Tentu saja pemenuh halaman ini akan menambah pendapatan Anda. Contoh praktis adalah kepenulisan dalam majalah Reader Digest banyak sekali pemenuh halaman.


Ada 5 Macam Pemenuh Halaman

1. Prakarya/ Kerajinan Tangan: Tulisan ini dapat untuk prakarya dewasa atau anak-anak, ide dekorasi untuk remaja dan dewasa, percobaan ilmu pengetahuan untuk anak-anak, ide menyelesaikan membetulkan bagian rumah yang rusak atau mungkin juga ide untuk memelihara kebun Anda. Para editor akan mencari tulisan yang cocok dengan majalah yang diterbitkan. Contoh: tulisan yang mempunyai tip-tip khusus.


2. Kuis: Tulisan ini sangat populer karena banyak disukai oleh pembaca. Kuis dapat merupakan tulisan ringan bermakna tapi tanpa berkotbah. Kuis yang baik adalah membuat pembaca berpikir atau tertawa. Contoh: tulisan pengalaman lucu atau humor.


3. Resep: Pusatkan pada kesehatan, tidak menimbulkan kegemukan, membuat awet muda dengan mudah untuk dibuat, sehat, enak, dan dinikmati. Jika resep masakan atau makanan Anda memenuhi kriteria ini, Anda telah membuat pemasaran buat diri Anda. Contoh: Rachael Ray.


4. Permainan dan teka-teki: Majalah untuk anak-anak dan dewasa banyak memuat tulisan permainan dan teka-teki. Dan hal ini sudah menjadi umum, maka Anda harus mempunyai ide yang baru dan segar, baik dalam isi dan persentasinya. Jangan lupa memperhatikan demografi dari majalah tersebut.


5. Profil: Topik ini sangat diperlukan di berbagai majalah anak-anak. Editor dan penerbit tahu bahwa pembaca menginginkan pahlawan dalam kehidupan anak-anak dan remaja. Tulisan macam ini dapat berupa profil remaja lokal yang telah mempunyai prestasi dalam bidang olahraga atau organisasi misalnya. Buatlah profil itu semenarik mungkin tidak membosankan pembaca.


Pemenuh Halaman Mana Yang Cocok Untuk Anda?

Anda mungkin cocok sebagai penulis Kerajinan Tangan jika

  1. Teman-teman Anda menyebut Anda kreatif, mereka tahu talenta Anda membuat kerajinan tangan.
  2. Anda melihat-lihat toko kerjinan tangan, meski Anda tahu bahwa Anda telah mempunyai banyak kerajinan tangan di rumah.
  3. Anda senang menonton pertunjukkan 'bagaimana caranya' dan mengkoleksi buku-buku kerajinan tangan.
  4. Anda senang menulis tentang ide-ide percobaan yang Anda telah pernah mencobanya sendiri.
Anda mungkin seorang penulis Kuis jika

  1. Teman anda mengatakan anda seorang humoris atau lucu, apa yang anda katakan atau kerjakan dapat membuat orang lain tertawa seperti kartu ucapan dan kaos dengan gambar atau tulisan humor yang lucu.
  1. Anda suka membaca majalah wanita yang biasanya banyak berisi tentang kuis dan Anda selalu mengisi kuis-kuis tersebut.
  2. Anda lebih suka menyampaikan sesuatu dengan cara humoris.
  3. Anda suka menonton pertunjukkan atau membaca buku yang membuat anda berkaca diri dan tahu siapa diri anda sebenarnya.
  4. Anda suka menulis tulisan yang tidak diduga oleh pembaca Anda. Anda mendorong pembaca anda untuk melihat segala masalah yang anda tulis dari sisi positifnya.

Anda mungkin seorang penulis Resep jika

  1. Orang banyak tahu bahwa Anda selalu memperhatikan tentang kesehatan apa yang Anda makan.
  2. Anda suka membaca buku tentang masakan. Anda juga mengkoleksi alat-alat dapur baik anda membeli sendiri atau hadiah dari ornag lain.
  3. Anda menikmati memasak dengan anak, suami, istri atau teman anda. Anda suka membuat resep sendiri yang sesuai dengan selera Anda.
  4. Anda selalu mencari jawaban yang terbaik untuk memasak makanan yang sehat dan enak, tanpa harus membebani Anda.
  5. Anda suka menonton pertunjukkan memasak di tv atau di pameran alat-alat masak misalnya.

Anda mungkin seorang penulis Permainan dan Teka-teki jika

  1. Anda selalu bersikap analitis, teliti yang membuat orang disekitar Anda merasa Anda terlalu memperhatikan hal-hal yang kecil. Dan Anda akan senang jika mendapat hadiah buku teka-teki.
  2. Anda tetap menyimpan buku teka-teki Anda di kursi favorit Anda, juga di kamar mandi. Anda suka bermain mainan yang memakai otak.
  3. Anda selalu mengisi teka-teki di surat kabar.
  4. Anda tertantang jika menyaksikan pertunjukan yang memeras otak atau membaca novel misteri.
  5. Anda selalu menyelesaikan masalah dengan logika dan analisa bagaimana satu dengan yang lain mempunyai hubungan.
  6. Anda suka menulis sesuatu yang membuat pembaca Anda berpikir. Dan pada akhirnya pembaca Anda akan menepuk jidat mereka sambil berkata, "Oh begitu." atau pembaca Anda akan menggeleng-gelengkan kepalanya karena tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya.

Anda mungkin seorang penulis Profil jika

  1. Banyak orang dapat bersosailisasi dengan Anda, karena Anda dnegan mudah dapat bercakap-cakap dengan siapa saja.
  2. Anda mempunyai banyak teman dan suka mengobrol.
  3. Anda suka menjawab banyak pertanyaan.
  4. Anda berpikir dapat menggantikan Oprah dalam pertunjukkannya.
  5. Anda selalu menyelesaikan masalah dengan berbicara kepada orang lain. Anda selalu berprinsip dua orang lebih baik daripada satu orang menyelesaikan masalah.
  6. Anda selalu ingin belajar meski Anda sudah bisa menulis. Anda selalu melakukan riset dan mencari jawaban dari orang yang lebih ahli. Anda berpikir bukan saja Anda dapat belajar tapi juga dapat bertemu dna bercakap-cakap dengan orang lain.
Jadi Anda dibagian mana yang cocok untuk menjadi seorang penulis? Mulai tuliskan dan jelaskan penulis yang bagaimana Anda sebenarnya.

Friday, February 15, 2008

Banjir Ide

Anda pernah mengalami banjir ide? Kalau kebanjiran mungkin Anda pernah mengalami. (waktu di Indo sering maen air di tengah banjir, apalage maen bola wuah asyiik gitu yach). Nah yang ini kabanjiran ide bukan kebanjiran air atau uang. Saya mengetik tulisan ini saja sampai salah-salah karena pengen cepat-cepat menuntaskan ide yang ada di kepala ini. Karena di saat bersamaan ini pula saya mengetik tulisan laen, karena tidak mau kehilangan ide yang sudah ada dikepala yang bersamaan pula tersebut. Ide yang laen musti saya tunda dulu, semoga saya masih inget. Kalau hilang ide tersebut, yaaahh, sayang sekali kan.

Darimana saja ide-ide itu berbanjir ria ke kepala saya? Waktu membaca buku, baru satu paragraf sudah timbul satu ide. Di laen kesempatan baru membaca satu kalimat, timbul lagi ide laen. Membaca artikel di internet, timbul ide satu lagi. Waktu menonton filem di bioskop, timbul satu lagi. Waktu saat teduh membaca Alkitab, timbul lagi. Wah gawat, saya enggak bisa menghentikan banjir ide ini. Saya harusnya berhenti membaca, atau menonton, atau mendengar, atau membau atau atau yang laennya. Supaya banjir ide agak lebih surut.

Itu pengalaman banjir ide saya. Mungkin Anda pernah mengalami dengan kejadian yang lain. Lalu apa seh ide itu? Menurut kamus umum begini bunyinya, konsep yang yang muncul didalam pikiran sebagai hasil dari pengertian mental (emosi), kepekaan, impresi, opini, pandangan, kepercayaan atau aktifitas. Kalau diteliti lebih lanjut dari segi psikologi bakal lebih ribet.

Tapi setelah berpikir dengan lebih tenang (tadinya kan lagi 'hot') masa kita toh yang menghasilkan ide itu? Memang lingkungan sangat membantu kita mencetuskan ide. Dan paling dasar dari semua itu adalah yang memulai segala sesuatu kan? Tuhan. Dia yang mencipta manusia, dia yang memberi otak untuk berpikir, dia juga yang memberi ide, sumber inspirasi.

Ada yang beri ide, kalau Anda mampet ide ya minta dunk sama yang punya Ide, sumber Ide. Maka engga menyalahi aturan, kalo sebagai penulis (meski belom prof) baru penulis blog, minta ijin, kulo nuwun sama yang punya Ide sebelom Anda memulai menulis.

Ide, inspirasi, ilham; kalau dalam Alkitab yang paling mendekati adalah kata wahyu, visi. Seperti yang ada di: "Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum." Amsal 29:18 atau "dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar." Ef.1:17.

Dengan jelas bahwa wahyu adalah pemberian, dibukakan dari Allah kepada manusia. Wahyu, yang kita sebut saja sebagai ide/ ilham/ inspirasi datangnya bukan dari diri kita sendiri. Tapi diberi. Jika pemberian itu telah kita terima, selayaknyalah kita 'mengembalikan' kepadaNya.

Tuesday, February 12, 2008

Ide di Tengah Keramaian

Mungkin Anda pernah membaca, melihat atau membayangkan bagaimana salah satu cara orang mendapatkan ide. (Karena ada penulis yang mendapatkan ide dalam waktu yang tenang, sepi dari pada dalam waktu yang ramai) Dengan menyendiri di suatu tempat yang sepi, jauh dari keramaian. Terus mungkin Anda dapat membayangkan sebuah cerita/ peristiwa di dalam kepala Anda. Mungkin hal itu bisa menjadi ide. Itu mungkin bagi Anda yang menjadi penulis penuh waktu (full time writer) dan Anda mempunyai transportasi untuk mencari tempat sunyi yang sering diimpikan itu.

Tetapi bagaimana dengan para penulis amatir yang masih bukan penulis penuh waktu? Apalagi jika sang penulis sendiri kantongnya pas-pas-an. Kan tidak dapat kesana kemari dengan seenaknya. Juga dengan penulis amatir yang masih mempunyai pekerjaan lainnya, tentu untuk berpergian itu tidak mudah. Apalagi jika tempat tinggal penulis dekat kawasan kumuh yang ramai, bahkan bagi penulis profesional ada pula yang tinggal di pusat kota yang ramai. Mungkin sudah tidak mempunyai waktu lagi untuk menyendiri. Apalagi jika deadline sudah makin mendekat.

Salah cara yang pernah disebutkan oleh para penulis adalah mensiasati keadaan. Dengan teknologi yang sekarang yang ada dengan mudah untuk mendapatkan iPod atau mp3 player atau bahkan jika kita belum sampai ke taraf itu dapat memakai walkman disc atau walkman lama kita. Pasang kaset atau CD dengan lagu-lagu tenang untuk mendengarkan. Tentu yang perlu diperhatikan jangan sampai terlena atau tertidur. Hal ini akan menggantikan keadaan kita dari pada kita harus mengungsi menyepi ke luar kota atau di pedesaan.

Wednesday, February 6, 2008

Refresh You Outlining

Oleh: Lynn Viehl

Outline mungkin berarti garis besar atau kerangka cerita (dalam kepenulisan?). Outlining bukan menulis sebuah novel; Outlining itu menyiapkan dan mengatur elemen-lemen dari sebuah novel. Anda tidak harus membuat garis besar dalam menulis novel; banyak penulis tidak melakukan hal itu. Jika Anda pengen menjual novel Anda, Anda perlu membuat ringkasan cerita untuk memperlihatkan kepada pembaca dengan contoh beberapa bab. Outlining membuat Anda menulis ringkasan cerita dengan lebih efektif.

Biasanya saya membuat garis besar dari novel saya. Hal itu mungkin akan mempermudah atau sebaliknya mempersulit Anda. Lakukan apa yang terbaik untuk Anda.

Dua dasar untuk membuat kerangka cerita adalah karakter (tokoh) dan plot. Seperti kata benda dan kata kerja dalam membuat suatu kalimat, karakter dan plot adalah dasar untuk membuat sebuah novel. Setting, motivasi, alur waktu, model cerita dan yang lainnya yang ada di pikiran Anda masih tidak diperlukan untuk saat ini. Tetapi fokuskan pikiran Anda pada sebuah tokoh atau sekelompok tokoh yang akan mengisi cerita Anda dan apa yang mereka lakukan.

Latihan membuat tokoh: tulis daftar nama mereka, dan tulis keterangan atau detil yang perlu diceritakan tentang diri mereka, disebelah tiap nama karakter tersebut. Untuk setiap nama tokoh sebutkan kelebihan, kekurangan dan masalah mereka. Jika Anda mengalami kesulitan memutuskan bagaimana sifat dari tokoh Anda, Anda dapat mengambil sebuah kertas kosong untuk menguraikan terlebih dahulu bagaimana sifat setiap tokoh yang Anda mau - sebelum Anda kembali menulis garis besar novel Anda.

Satu anjuran tentang tokoh yang Anda buat: Anda harus lebih tahu tentang mereka dari pada pembaca Anda.

Sesudah menyelesaikan para tokoh yang Anda maui, baca ulang kembali. Ingat bahwa buatlah semenarik tokoh Anda, semakin menarik atau unik tokoh Anda, semakin menarik untuk dibaca. Baik itu tokoh pahlawan Anda atau tokoh antagonisnya. Anda dapat melihat apakah ada sifat-sifat yang berlawanan antara otokoh-tokoh yang Anda buat? Karena hal itu akan ada hubungannya pada waktu Anda menulis novel nantinya.

Plot: Untuk mudahnya, tulis cerita utama novel Anda. Biasa yang saya lakukan adalah menulis 5 kejadian utama dari cerita yang akan saya tulis, lalu dari antara lima kejadian itu Anda dapat memasukan kejadian-kejadian lainnya yang berhubungan satu dengan yang lain. Untuk menulis plot jangan ragu atau takut salah, bahkan sampai tidak masuk akal sekali pun tetap lanjutkan. Jika perlu nanti akan diperbaiki pada belakang hari.

Satu anjuran untuk membuat plot: buatlah sehingga pembaca tidak mudah menebak isi cerita novel Anda (kalau bisa sampai lebih dari separoh isi novel Anda).

Lynn Viehl seorang penulis novel profesional dari Amrik yang telah menelorkan 35 novelnya yang diantaranya menjadi USA Today bestseller. Selain menjadi penulis penuh waktu Lynn juga menjadi pengajar kepenulisan diberbagai seminar dan kelas on-line. Kayaknya setiap penulis profesional mempunyai caranya masing-masing dalam menulis. Cara kepenulisan Lynn cukup mudah diikuti dan sederhana. Semoga bermanfaat.

Sunday, February 3, 2008

Refresh Your Writing Spirit

Bagi kita-kita yang udah bosan menulis alias kehilangan kegairahannya untuk menulis. Jangan patah arang. Coba ambil selembar kertas kosong dan pensil atau pena, corat-coretkan ide-ide Anda pada lembar kertas yang masih mulus kosong itu. Curahkan ide-ide cerita yang ada di kepala Anda. Mungkin yang ada hanya perenungan kalimat dalam benak. Mungkin bisa berbentuk barisan puisi. Kata-kata yang tertinggal dalam otak Anda. Tuliskan semua tanpa rasa malu.

Beri Waktu
Bagi kita yang masih bukan full time penulis tentu kita tidak mempunyai waktu untuk menulis seperti penulis profesional. Tetapi jangan kuatir, buat saja jadwal sendiri, mungkin setiap hari buat 15 menit. Mulai dari oret-oretan tersebut. Mengenai media terserah. Ada yang suka mencorat-coret di kertas kosong. Ada yang suka di depan komputer atau komputer notebooknya, terserah.

Curahkan semua pikiran, kata, cerita, kalimat, mimpi, observasi, impian bahkan sampai masalah Anda. Kalau bisa tuliskan semua sampai tuntas. Jangan sepotong-sepotong. Jadikan hal ini sebagai kebiasaan baik Anda. Lima belas menit saja. Simpan kertas Anda atau save file komputer Anda. Dalam seminggu (lima hari) lakukan terus menerus. Pada akhir pekan, baca hasil coretan Anda selama lima hari tersebut (atau ada yang suka disimpan sampai sebulan, tetapi simpan dengan baik coretan tersebut, dianjurkan tidak terlalu lama menyimpannya) supaya anda masih ingat apa yang Anda coretkan itu, dan Anda dapat melanjutkan atau mengembangkan coretan tersebut.

Bank Ide
Hasil coretan-coretan itu dapat menjadi "bank ide". Ada penulis yang menganjurkan bank ide itu dibukukan atau Anda membeli buku catatan (notebook) kecil yang bisa dibawa kemana-mana bahkan dapat Anda letakkan di sebelah tempat tidur Anda, karena siapa tahu ketika Anda tidur, Anda bermimpi dan terjaga, masih teringat akan mimpi Anda, Anda dapat menuliskan mimpi tersebut di buku catatan Anda.

Buku catatan dapat Anda bawa waktu naik bis, kereta api, pesawat, kedai kopi, pujasera, mungkin mendengar percakapan sepasang kekasih yang sedang pacaran, anak yang menangis karena mau menurut kepada ortunya, pasutri yang sedang cekcok, waktu menunggu tambal ban motor Anda, waktu menikmati semilir angin di atas becak dan masih banyak lagi. Itu adalah waktu-waktu Anda 'menangkap' ide dan depositkan pada bank ide Anda.

Meskipun Anda sudah mendapat ide dari bank ide Anda, Anda harus menetapkan starting point, dari mana cerita Anda dibangun. Untuk memulai hal ini jangan ragu atau takut salah. Tuliskan dari mana Anda akan memulai cerita Anda. Pilih salah satu kalimat, kata, paragraf untuk sebagai titik pemula cerita Anda. Dan lebih bagus lagi jika Anda dapat mengembangkan bank ide Anda tersebut.

Menangkap ide. Karena ide itu sudah ada di sekeliling kita. Bak nyamuk yang berterbangan disekeliling kita, menginginkan darah manis kita, kita tinggal tepuk si nyamuk. Puk! Kena. Rasanya cukup lega. Kurang sudah satu gangguan. Sebaliknya dengan ide. Kena, dapat, juga lega rasanya. Bertambah satu pengembangan cerita kita. Penangkapan ide, cuma dibutuhkan konsentrasi dan sensitifitas. Waktu melihat antrian pembayaran di toko swalayan, dapat menjadi suatu ide. Waktu melihat estalase toko pakaian mungkin timbul satu ide lainnya. Membaca cover majalah di hipermarket dapat menjadi ide. Mendengar pengumuman panggilan di mal, dapat menjadi ide yang lain. Dan seterusnya. Ide ada dimana-mana. Jangan membatasi ide.

Pengembangan
Pengembangan ide dapat memakai jurus 6W 1H. Tentu itu bukan rumus kimia, melainkan 6W 1H singkatan dari What, Who, Why, Where, When, Which dan How. Dan tulis sebanyak mungkin jawaban dari pertanyaan jurus tersebut.
Jurus pengembangan lainnya adalah memakai cara peng-andaian. Misalnya jika saya menjadi jawara Indonesian Idol, apa yang akan saya lakukan, bagaimana dengan hadiah yang saya peroleh, bagaimana dengan ce saya dan sebagainya. Tuliskan semua kejadian impian Anda tersebut. Semua itu toh akan menjadi tulisan Anda. Jadi Anda enggak usah perlu malu, membatasi atau ingin menjadi sempurna. Tulis dulu dech pokoknya.

Pengembangan berikutnya dapat dilakukan latihan membuat cerita pendek. Ambil satu kejadian, peristiwa yang menarik Anda. Bisa dari surat kabar tentang perceraian artis. Dari majalah. Dari televisi opera sabun colek. Dari internet. Buat latihan ini seperti Anda membuat cerpen untuk dikirim ke majalah kesayangan Anda. Beri dialok dua arah. Penggambaran yang lebih detil. Lambat menulis engga kenapa asal komitmen terus menulis. Buat cerpen dengan 1000 kata.

Latihan ini selain dapat membangun percaya diri Anda juga membiasakan menulis. Komitmen tanpa latihan tidak akan berjalan. Dengan latihan komitmen akan terwujud. Salah satu cara menarik, menulis blog pribadi. Murah meriah bermanfaat.