Monday, March 31, 2008

Tulisan Apa Yang Menarik Anda?

by Marie E. Cecchini (Writing World)

Seorang penulis harus menulis pada bidang yang menjadi ketertarikannya. Penulis-penulis profesional telah membuktikan hal ini. Sangat aneh memang jika seseorang menulis sangat bertentangan dengan bidang yang menjadi ketertarikannya. Dan tulisan itu tidak perlu panjang, singkat-singkat saja. Para penerbit dan editor menyebutnya sebagai 'fillers' atau bahasa Indonya pengisi atau pemenuh halaman.


Menurut kamus 'fillers' adalah materi yang biasanya untuk memenuhi halaman lebih dari sebuah kolom pada surat kabar atau majalah. Pemenuh halaman ini dapat menjadi tulisan bagi anak-anak, dewasa atau orang tua, kesehatan, bagaimana mengkuruskan tubuh, mendekor ruangan anda, menyelesaikan masalah keuangan, bekerja dengan teknologi, menyelesaikan masalah stres. Dan semua itu dapat ditulis dalam tulisan yang singkat. Keperluan pemenuh halaman ini tidak ada habisnya.


Anda tidak harus mempunyai titel sarjana untuk menjadi penulis pemenuh halaman, meski beberapa topik memerlukan riset. Kebanyakan pemenuh halaman dapat menulis dengan membagikan pengalaman yang pernah Anda dapatkan. Tentu saja pemenuh halaman ini akan menambah pendapatan Anda. Contoh praktis adalah kepenulisan dalam majalah Reader Digest banyak sekali pemenuh halaman.


Ada 5 Macam Pemenuh Halaman

1. Prakarya/ Kerajinan Tangan: Tulisan ini dapat untuk prakarya dewasa atau anak-anak, ide dekorasi untuk remaja dan dewasa, percobaan ilmu pengetahuan untuk anak-anak, ide menyelesaikan membetulkan bagian rumah yang rusak atau mungkin juga ide untuk memelihara kebun Anda. Para editor akan mencari tulisan yang cocok dengan majalah yang diterbitkan. Contoh: tulisan yang mempunyai tip-tip khusus.


2. Kuis: Tulisan ini sangat populer karena banyak disukai oleh pembaca. Kuis dapat merupakan tulisan ringan bermakna tapi tanpa berkotbah. Kuis yang baik adalah membuat pembaca berpikir atau tertawa. Contoh: tulisan pengalaman lucu atau humor.


3. Resep: Pusatkan pada kesehatan, tidak menimbulkan kegemukan, membuat awet muda dengan mudah untuk dibuat, sehat, enak, dan dinikmati. Jika resep masakan atau makanan Anda memenuhi kriteria ini, Anda telah membuat pemasaran buat diri Anda. Contoh: Rachael Ray.


4. Permainan dan teka-teki: Majalah untuk anak-anak dan dewasa banyak memuat tulisan permainan dan teka-teki. Dan hal ini sudah menjadi umum, maka Anda harus mempunyai ide yang baru dan segar, baik dalam isi dan persentasinya. Jangan lupa memperhatikan demografi dari majalah tersebut.


5. Profil: Topik ini sangat diperlukan di berbagai majalah anak-anak. Editor dan penerbit tahu bahwa pembaca menginginkan pahlawan dalam kehidupan anak-anak dan remaja. Tulisan macam ini dapat berupa profil remaja lokal yang telah mempunyai prestasi dalam bidang olahraga atau organisasi misalnya. Buatlah profil itu semenarik mungkin tidak membosankan pembaca.


Pemenuh Halaman Mana Yang Cocok Untuk Anda?

Anda mungkin cocok sebagai penulis Kerajinan Tangan jika

  1. Teman-teman Anda menyebut Anda kreatif, mereka tahu talenta Anda membuat kerajinan tangan.
  2. Anda melihat-lihat toko kerjinan tangan, meski Anda tahu bahwa Anda telah mempunyai banyak kerajinan tangan di rumah.
  3. Anda senang menonton pertunjukkan 'bagaimana caranya' dan mengkoleksi buku-buku kerajinan tangan.
  4. Anda senang menulis tentang ide-ide percobaan yang Anda telah pernah mencobanya sendiri.
Anda mungkin seorang penulis Kuis jika

  1. Teman anda mengatakan anda seorang humoris atau lucu, apa yang anda katakan atau kerjakan dapat membuat orang lain tertawa seperti kartu ucapan dan kaos dengan gambar atau tulisan humor yang lucu.
  1. Anda suka membaca majalah wanita yang biasanya banyak berisi tentang kuis dan Anda selalu mengisi kuis-kuis tersebut.
  2. Anda lebih suka menyampaikan sesuatu dengan cara humoris.
  3. Anda suka menonton pertunjukkan atau membaca buku yang membuat anda berkaca diri dan tahu siapa diri anda sebenarnya.
  4. Anda suka menulis tulisan yang tidak diduga oleh pembaca Anda. Anda mendorong pembaca anda untuk melihat segala masalah yang anda tulis dari sisi positifnya.

Anda mungkin seorang penulis Resep jika

  1. Orang banyak tahu bahwa Anda selalu memperhatikan tentang kesehatan apa yang Anda makan.
  2. Anda suka membaca buku tentang masakan. Anda juga mengkoleksi alat-alat dapur baik anda membeli sendiri atau hadiah dari ornag lain.
  3. Anda menikmati memasak dengan anak, suami, istri atau teman anda. Anda suka membuat resep sendiri yang sesuai dengan selera Anda.
  4. Anda selalu mencari jawaban yang terbaik untuk memasak makanan yang sehat dan enak, tanpa harus membebani Anda.
  5. Anda suka menonton pertunjukkan memasak di tv atau di pameran alat-alat masak misalnya.

Anda mungkin seorang penulis Permainan dan Teka-teki jika

  1. Anda selalu bersikap analitis, teliti yang membuat orang disekitar Anda merasa Anda terlalu memperhatikan hal-hal yang kecil. Dan Anda akan senang jika mendapat hadiah buku teka-teki.
  2. Anda tetap menyimpan buku teka-teki Anda di kursi favorit Anda, juga di kamar mandi. Anda suka bermain mainan yang memakai otak.
  3. Anda selalu mengisi teka-teki di surat kabar.
  4. Anda tertantang jika menyaksikan pertunjukan yang memeras otak atau membaca novel misteri.
  5. Anda selalu menyelesaikan masalah dengan logika dan analisa bagaimana satu dengan yang lain mempunyai hubungan.
  6. Anda suka menulis sesuatu yang membuat pembaca Anda berpikir. Dan pada akhirnya pembaca Anda akan menepuk jidat mereka sambil berkata, "Oh begitu." atau pembaca Anda akan menggeleng-gelengkan kepalanya karena tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya.

Anda mungkin seorang penulis Profil jika

  1. Banyak orang dapat bersosailisasi dengan Anda, karena Anda dnegan mudah dapat bercakap-cakap dengan siapa saja.
  2. Anda mempunyai banyak teman dan suka mengobrol.
  3. Anda suka menjawab banyak pertanyaan.
  4. Anda berpikir dapat menggantikan Oprah dalam pertunjukkannya.
  5. Anda selalu menyelesaikan masalah dengan berbicara kepada orang lain. Anda selalu berprinsip dua orang lebih baik daripada satu orang menyelesaikan masalah.
  6. Anda selalu ingin belajar meski Anda sudah bisa menulis. Anda selalu melakukan riset dan mencari jawaban dari orang yang lebih ahli. Anda berpikir bukan saja Anda dapat belajar tapi juga dapat bertemu dna bercakap-cakap dengan orang lain.
Jadi Anda dibagian mana yang cocok untuk menjadi seorang penulis? Mulai tuliskan dan jelaskan penulis yang bagaimana Anda sebenarnya.

Friday, February 15, 2008

Banjir Ide

Anda pernah mengalami banjir ide? Kalau kebanjiran mungkin Anda pernah mengalami. (waktu di Indo sering maen air di tengah banjir, apalage maen bola wuah asyiik gitu yach). Nah yang ini kabanjiran ide bukan kebanjiran air atau uang. Saya mengetik tulisan ini saja sampai salah-salah karena pengen cepat-cepat menuntaskan ide yang ada di kepala ini. Karena di saat bersamaan ini pula saya mengetik tulisan laen, karena tidak mau kehilangan ide yang sudah ada dikepala yang bersamaan pula tersebut. Ide yang laen musti saya tunda dulu, semoga saya masih inget. Kalau hilang ide tersebut, yaaahh, sayang sekali kan.

Darimana saja ide-ide itu berbanjir ria ke kepala saya? Waktu membaca buku, baru satu paragraf sudah timbul satu ide. Di laen kesempatan baru membaca satu kalimat, timbul lagi ide laen. Membaca artikel di internet, timbul ide satu lagi. Waktu menonton filem di bioskop, timbul satu lagi. Waktu saat teduh membaca Alkitab, timbul lagi. Wah gawat, saya enggak bisa menghentikan banjir ide ini. Saya harusnya berhenti membaca, atau menonton, atau mendengar, atau membau atau atau yang laennya. Supaya banjir ide agak lebih surut.

Itu pengalaman banjir ide saya. Mungkin Anda pernah mengalami dengan kejadian yang lain. Lalu apa seh ide itu? Menurut kamus umum begini bunyinya, konsep yang yang muncul didalam pikiran sebagai hasil dari pengertian mental (emosi), kepekaan, impresi, opini, pandangan, kepercayaan atau aktifitas. Kalau diteliti lebih lanjut dari segi psikologi bakal lebih ribet.

Tapi setelah berpikir dengan lebih tenang (tadinya kan lagi 'hot') masa kita toh yang menghasilkan ide itu? Memang lingkungan sangat membantu kita mencetuskan ide. Dan paling dasar dari semua itu adalah yang memulai segala sesuatu kan? Tuhan. Dia yang mencipta manusia, dia yang memberi otak untuk berpikir, dia juga yang memberi ide, sumber inspirasi.

Ada yang beri ide, kalau Anda mampet ide ya minta dunk sama yang punya Ide, sumber Ide. Maka engga menyalahi aturan, kalo sebagai penulis (meski belom prof) baru penulis blog, minta ijin, kulo nuwun sama yang punya Ide sebelom Anda memulai menulis.

Ide, inspirasi, ilham; kalau dalam Alkitab yang paling mendekati adalah kata wahyu, visi. Seperti yang ada di: "Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum." Amsal 29:18 atau "dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar." Ef.1:17.

Dengan jelas bahwa wahyu adalah pemberian, dibukakan dari Allah kepada manusia. Wahyu, yang kita sebut saja sebagai ide/ ilham/ inspirasi datangnya bukan dari diri kita sendiri. Tapi diberi. Jika pemberian itu telah kita terima, selayaknyalah kita 'mengembalikan' kepadaNya.

Tuesday, February 12, 2008

Ide di Tengah Keramaian

Mungkin Anda pernah membaca, melihat atau membayangkan bagaimana salah satu cara orang mendapatkan ide. (Karena ada penulis yang mendapatkan ide dalam waktu yang tenang, sepi dari pada dalam waktu yang ramai) Dengan menyendiri di suatu tempat yang sepi, jauh dari keramaian. Terus mungkin Anda dapat membayangkan sebuah cerita/ peristiwa di dalam kepala Anda. Mungkin hal itu bisa menjadi ide. Itu mungkin bagi Anda yang menjadi penulis penuh waktu (full time writer) dan Anda mempunyai transportasi untuk mencari tempat sunyi yang sering diimpikan itu.

Tetapi bagaimana dengan para penulis amatir yang masih bukan penulis penuh waktu? Apalagi jika sang penulis sendiri kantongnya pas-pas-an. Kan tidak dapat kesana kemari dengan seenaknya. Juga dengan penulis amatir yang masih mempunyai pekerjaan lainnya, tentu untuk berpergian itu tidak mudah. Apalagi jika tempat tinggal penulis dekat kawasan kumuh yang ramai, bahkan bagi penulis profesional ada pula yang tinggal di pusat kota yang ramai. Mungkin sudah tidak mempunyai waktu lagi untuk menyendiri. Apalagi jika deadline sudah makin mendekat.

Salah cara yang pernah disebutkan oleh para penulis adalah mensiasati keadaan. Dengan teknologi yang sekarang yang ada dengan mudah untuk mendapatkan iPod atau mp3 player atau bahkan jika kita belum sampai ke taraf itu dapat memakai walkman disc atau walkman lama kita. Pasang kaset atau CD dengan lagu-lagu tenang untuk mendengarkan. Tentu yang perlu diperhatikan jangan sampai terlena atau tertidur. Hal ini akan menggantikan keadaan kita dari pada kita harus mengungsi menyepi ke luar kota atau di pedesaan.

Wednesday, February 6, 2008

Refresh You Outlining

Oleh: Lynn Viehl

Outline mungkin berarti garis besar atau kerangka cerita (dalam kepenulisan?). Outlining bukan menulis sebuah novel; Outlining itu menyiapkan dan mengatur elemen-lemen dari sebuah novel. Anda tidak harus membuat garis besar dalam menulis novel; banyak penulis tidak melakukan hal itu. Jika Anda pengen menjual novel Anda, Anda perlu membuat ringkasan cerita untuk memperlihatkan kepada pembaca dengan contoh beberapa bab. Outlining membuat Anda menulis ringkasan cerita dengan lebih efektif.

Biasanya saya membuat garis besar dari novel saya. Hal itu mungkin akan mempermudah atau sebaliknya mempersulit Anda. Lakukan apa yang terbaik untuk Anda.

Dua dasar untuk membuat kerangka cerita adalah karakter (tokoh) dan plot. Seperti kata benda dan kata kerja dalam membuat suatu kalimat, karakter dan plot adalah dasar untuk membuat sebuah novel. Setting, motivasi, alur waktu, model cerita dan yang lainnya yang ada di pikiran Anda masih tidak diperlukan untuk saat ini. Tetapi fokuskan pikiran Anda pada sebuah tokoh atau sekelompok tokoh yang akan mengisi cerita Anda dan apa yang mereka lakukan.

Latihan membuat tokoh: tulis daftar nama mereka, dan tulis keterangan atau detil yang perlu diceritakan tentang diri mereka, disebelah tiap nama karakter tersebut. Untuk setiap nama tokoh sebutkan kelebihan, kekurangan dan masalah mereka. Jika Anda mengalami kesulitan memutuskan bagaimana sifat dari tokoh Anda, Anda dapat mengambil sebuah kertas kosong untuk menguraikan terlebih dahulu bagaimana sifat setiap tokoh yang Anda mau - sebelum Anda kembali menulis garis besar novel Anda.

Satu anjuran tentang tokoh yang Anda buat: Anda harus lebih tahu tentang mereka dari pada pembaca Anda.

Sesudah menyelesaikan para tokoh yang Anda maui, baca ulang kembali. Ingat bahwa buatlah semenarik tokoh Anda, semakin menarik atau unik tokoh Anda, semakin menarik untuk dibaca. Baik itu tokoh pahlawan Anda atau tokoh antagonisnya. Anda dapat melihat apakah ada sifat-sifat yang berlawanan antara otokoh-tokoh yang Anda buat? Karena hal itu akan ada hubungannya pada waktu Anda menulis novel nantinya.

Plot: Untuk mudahnya, tulis cerita utama novel Anda. Biasa yang saya lakukan adalah menulis 5 kejadian utama dari cerita yang akan saya tulis, lalu dari antara lima kejadian itu Anda dapat memasukan kejadian-kejadian lainnya yang berhubungan satu dengan yang lain. Untuk menulis plot jangan ragu atau takut salah, bahkan sampai tidak masuk akal sekali pun tetap lanjutkan. Jika perlu nanti akan diperbaiki pada belakang hari.

Satu anjuran untuk membuat plot: buatlah sehingga pembaca tidak mudah menebak isi cerita novel Anda (kalau bisa sampai lebih dari separoh isi novel Anda).

Lynn Viehl seorang penulis novel profesional dari Amrik yang telah menelorkan 35 novelnya yang diantaranya menjadi USA Today bestseller. Selain menjadi penulis penuh waktu Lynn juga menjadi pengajar kepenulisan diberbagai seminar dan kelas on-line. Kayaknya setiap penulis profesional mempunyai caranya masing-masing dalam menulis. Cara kepenulisan Lynn cukup mudah diikuti dan sederhana. Semoga bermanfaat.

Sunday, February 3, 2008

Refresh Your Writing Spirit

Bagi kita-kita yang udah bosan menulis alias kehilangan kegairahannya untuk menulis. Jangan patah arang. Coba ambil selembar kertas kosong dan pensil atau pena, corat-coretkan ide-ide Anda pada lembar kertas yang masih mulus kosong itu. Curahkan ide-ide cerita yang ada di kepala Anda. Mungkin yang ada hanya perenungan kalimat dalam benak. Mungkin bisa berbentuk barisan puisi. Kata-kata yang tertinggal dalam otak Anda. Tuliskan semua tanpa rasa malu.

Beri Waktu
Bagi kita yang masih bukan full time penulis tentu kita tidak mempunyai waktu untuk menulis seperti penulis profesional. Tetapi jangan kuatir, buat saja jadwal sendiri, mungkin setiap hari buat 15 menit. Mulai dari oret-oretan tersebut. Mengenai media terserah. Ada yang suka mencorat-coret di kertas kosong. Ada yang suka di depan komputer atau komputer notebooknya, terserah.

Curahkan semua pikiran, kata, cerita, kalimat, mimpi, observasi, impian bahkan sampai masalah Anda. Kalau bisa tuliskan semua sampai tuntas. Jangan sepotong-sepotong. Jadikan hal ini sebagai kebiasaan baik Anda. Lima belas menit saja. Simpan kertas Anda atau save file komputer Anda. Dalam seminggu (lima hari) lakukan terus menerus. Pada akhir pekan, baca hasil coretan Anda selama lima hari tersebut (atau ada yang suka disimpan sampai sebulan, tetapi simpan dengan baik coretan tersebut, dianjurkan tidak terlalu lama menyimpannya) supaya anda masih ingat apa yang Anda coretkan itu, dan Anda dapat melanjutkan atau mengembangkan coretan tersebut.

Bank Ide
Hasil coretan-coretan itu dapat menjadi "bank ide". Ada penulis yang menganjurkan bank ide itu dibukukan atau Anda membeli buku catatan (notebook) kecil yang bisa dibawa kemana-mana bahkan dapat Anda letakkan di sebelah tempat tidur Anda, karena siapa tahu ketika Anda tidur, Anda bermimpi dan terjaga, masih teringat akan mimpi Anda, Anda dapat menuliskan mimpi tersebut di buku catatan Anda.

Buku catatan dapat Anda bawa waktu naik bis, kereta api, pesawat, kedai kopi, pujasera, mungkin mendengar percakapan sepasang kekasih yang sedang pacaran, anak yang menangis karena mau menurut kepada ortunya, pasutri yang sedang cekcok, waktu menunggu tambal ban motor Anda, waktu menikmati semilir angin di atas becak dan masih banyak lagi. Itu adalah waktu-waktu Anda 'menangkap' ide dan depositkan pada bank ide Anda.

Meskipun Anda sudah mendapat ide dari bank ide Anda, Anda harus menetapkan starting point, dari mana cerita Anda dibangun. Untuk memulai hal ini jangan ragu atau takut salah. Tuliskan dari mana Anda akan memulai cerita Anda. Pilih salah satu kalimat, kata, paragraf untuk sebagai titik pemula cerita Anda. Dan lebih bagus lagi jika Anda dapat mengembangkan bank ide Anda tersebut.

Menangkap ide. Karena ide itu sudah ada di sekeliling kita. Bak nyamuk yang berterbangan disekeliling kita, menginginkan darah manis kita, kita tinggal tepuk si nyamuk. Puk! Kena. Rasanya cukup lega. Kurang sudah satu gangguan. Sebaliknya dengan ide. Kena, dapat, juga lega rasanya. Bertambah satu pengembangan cerita kita. Penangkapan ide, cuma dibutuhkan konsentrasi dan sensitifitas. Waktu melihat antrian pembayaran di toko swalayan, dapat menjadi suatu ide. Waktu melihat estalase toko pakaian mungkin timbul satu ide lainnya. Membaca cover majalah di hipermarket dapat menjadi ide. Mendengar pengumuman panggilan di mal, dapat menjadi ide yang lain. Dan seterusnya. Ide ada dimana-mana. Jangan membatasi ide.

Pengembangan
Pengembangan ide dapat memakai jurus 6W 1H. Tentu itu bukan rumus kimia, melainkan 6W 1H singkatan dari What, Who, Why, Where, When, Which dan How. Dan tulis sebanyak mungkin jawaban dari pertanyaan jurus tersebut.
Jurus pengembangan lainnya adalah memakai cara peng-andaian. Misalnya jika saya menjadi jawara Indonesian Idol, apa yang akan saya lakukan, bagaimana dengan hadiah yang saya peroleh, bagaimana dengan ce saya dan sebagainya. Tuliskan semua kejadian impian Anda tersebut. Semua itu toh akan menjadi tulisan Anda. Jadi Anda enggak usah perlu malu, membatasi atau ingin menjadi sempurna. Tulis dulu dech pokoknya.

Pengembangan berikutnya dapat dilakukan latihan membuat cerita pendek. Ambil satu kejadian, peristiwa yang menarik Anda. Bisa dari surat kabar tentang perceraian artis. Dari majalah. Dari televisi opera sabun colek. Dari internet. Buat latihan ini seperti Anda membuat cerpen untuk dikirim ke majalah kesayangan Anda. Beri dialok dua arah. Penggambaran yang lebih detil. Lambat menulis engga kenapa asal komitmen terus menulis. Buat cerpen dengan 1000 kata.

Latihan ini selain dapat membangun percaya diri Anda juga membiasakan menulis. Komitmen tanpa latihan tidak akan berjalan. Dengan latihan komitmen akan terwujud. Salah satu cara menarik, menulis blog pribadi. Murah meriah bermanfaat.

Maju Terus

Wow, engga kerasa 33 hari telah kita lewati di taon 2008 ini. Maunya lebih sering menulis untuk AEIOU tetapi nyatanya masih dalam tahap mimpi, tapi engga kenapa tetap maju terus, tetap mimpi terus. Tekatnya sih tiap bulan ada tulisan yang lebih sering untuk ditayangkan. Bulan Januari 2008 baru menelorkan dua tulisan di blog ini.

Tentu berita yang cukup menarik dari pengelola, David, founder dari AEIOU memantapkan tekadnya untuk maju terus dalam AEIOU web site. Tetapi untuk hard copynya, dengan cucuran air mata yang bercampur dengan cucuran keringat dan bersatu dengan cucuran air hujan maka dengan tega mengakhiri hidup AEIOU edisi cetaknya.

Tentu keuntungan situs blog AEIOU lebih banyak kayaknya daripada kekurangannya. Selain so pasti gratis, mendunia, bisa diakses dimana saja, dan bisa diupdate kapan saja. Promosinya juga cukup mudah bisa lewat email (atau secara verbal) dengan menunjukkan alamatnya, si pembaca yang berminat hanya tinggal klik saja.

Tentu dalam hal ini hasil teknologi blog merupakan suatu anugerah Tuhan untuk dapat mengajak para pengunjung menikmati dan mendorong mengembangkan talenta menulisnya. Tentu kita mengharapkan banyak support dari para pembaca untuk maju bersama kita mengembangkan situs ini (karena hasilnya kan untuk para pembaca juga).

Monday, January 28, 2008

Tantangan Mengelola Media yang Berkualitas & Menarik

[JAKARTA] Kristen terpanggil untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah, di mana berbagai masalah muncul satu per satu, melalui pelayanan multidimensi dan multibidang. Kristen juga ditantang untuk mengelola media yang berkualitas dan menarik. Injil sebagai Kabar Gembira jangan sampai dibatasi hanya sebagai kabar sukacita tentang surga, tetapi juga dunia; bukan hanya rohani, tapi juga jasmani.

Hal ini dikatakan Dr Victor Silaen, pengamat politik dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Jakarta dalam acara diskusi panel yang bertema "Reporting Religion as News", yang diselenggarakan INKommunity, komunitas wartawan Kristen, Jumat (21/9) di Jakarta.


Selain Victor, tampil Kristanto Hartadi, Pemimpin Redaksi Sinar Harapan dengan tema "Mengembangkan Berita Agama di Media Mainstream", Adiputra, konsultan radio, "Tantangan dalam Mengelola Radio Kristen", serta Don Bosco Salamun, anggota Komisi Penyiaran Indonesia dengan tema "Tren Program Bernuansa Agama di Televisi".


Dengan tema "Mengembangkan Jurnalisme di Media Ministri", Victor Silaen menjelaskan pelayanan kristiani bukan hanya berorientasi keterbebasan dari dosa, tetapi juga keterbebasan dari pelbagai belenggu dan tekanan yang membuat hidup ini terasa begitu susah dan sengsara, semisal kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, dan yang sejenisnya.


Jadi, pelayanan kristiani haruslah dikembangkan seluas-luasnya agar mampu menjawab pelbagai tantangan kehidupan dalam bentuk kebutuhan-kebutuhan dan masalah-masalah yang makin komplek itu.


Selain itu, kata Pemimpin Redaksi Tabloid Dwi Mingguan Reformata itu, penting pula dipikirkan upaya-upaya strategis agar terjadi koordinasi dan kooperasi yang baik di antara sesama kelompok atau lembaga pelayanan kristiani.


Tujuannya, agar semua visi pelayanan itu dapat diwujudkan secara lebih efektif dan efisien. Di dalam hal inilah terasa betapa penting dan perlunya media informasi-komunikasi - baik cetak, elektronik, maupun audio-visual.


Victor Silaen menegaskan pentingnya media. Dengan adanya media, kita selaku komunikator (pihak penyampai pesan) dapat memperoleh beberapa keuntungan, antara lain:

1) informasi-informasi yang akan disampaikan dapat direncanakan atau dipersiapkan agar lebih baik dan menarik;

2) informasi-informasi yang disampaikan dapat menjangkau masyarakat luas;

3) informasi-informasi yang sudah disampaikan tak lekas berlalu begitu saja karena dapat disimpan dalam bentuk cetakan (buletin, jurnal, majalah, tabloid, dan yang sejenisnya), atau rekaman (kaset, video, dan yang sejenisnya), atau terpampang lama di komputer (internet);

4) kita juga dimungkinkan untuk memperoleh umpan-balik (respons) dari komunikan dalam bentuk informasi baru yang memerkaya, masukan, usulan, kritik, dan lainnya.


Dengan beberapa keuntungan itu saja, tambahnya, menjadi jelaslah bahwa sesungguhnya media informasi-komunikasi bukan hanya dapat berfungsi sebagai sarana penghubung, tetapi juga pendukung. Terlebih di zaman serba-modern yang membuat waktu menjadi terasa kian berharga ini.


Mengapa harus repot-repot, misalnya, untuk berbicara di sana-sini atau pergi ke sana-sini untuk menyampaikan informasi jika ada media yang dapat membantu atau bahkan menggantikan upaya manusia untuk tujuan itu? Sekaitan itu, maka Kristen ditantang untuk mampu mengelola sekaligus mengembangkan media massa yang baik, berkualitas, dan menarik. (Suara Pembaruan, 22/9/07)